NETWORK
FUNDAMENTAL
- OSI LAYER
OSI
merupakan singkatan dari Open
System Interconnection.
Model
ini disebut juga dengan model OSI Layer 7, OSI adalah sebuah model
arsitektur jaringan yang di kembangkan oleh badan International
Organization for Standardization (ISO) pada tahun 1977. Sebelum
munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat
tergantung kepada vendor pemasok perangkat jaringan yang berbeda
beda. Berikut adalah model OSI LAYER .
- TOPOLOGY & NETWORK COMPONENT
- LAN adalah Jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer di dalam kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
- WAN adalah jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar gedung wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
- INTERNET adalah Kumpulan dari seluruh jaringan komputer yang memiliki standart Protocol Global dan dapat diakses oleh public. Contohnya dari PC kamu ke Youtube, Gmail, dsb.
- Network Component
- PROTOCOL & PORT
Protocol
adalah
standar aturan / prosedur untuk komunikasi data specific dalam
jaringan internet, contoh Protocol yang sering digunakan :
- Transmission Control Protocol (TCP)
- User Datagram Protocol (UDP) → DNS
- Internet Control Message Protocol (ICMP) → ping, traceroute
- Hypertext Transfer Protocol (HTTP) → web
- Post Office Protocol (POP3) → email
- File Transfer Protocol (FTP)
- Internet Message Access Protocol (IMAP) → email
Port
adalah
sebuah aplikasi-spesifik atau proses software spesifik pada
Komputer/host yang menjalankan service untuk komunikasi jaringan.
Sebuah port dikaitkan dengan alamat IP dari Host, serta jenis
protokol yang digunakan untuk komunikasi.
Berikut
port yang sering digunakan :
- MAC ADDRESS
MAC
Address (Media Access Control Address) adalah alamat jaringan pada
lapisan data-link (layer 2) dalam OSI 7 Layer Model. Dalam sebuah
komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network
interface card/NIC). MAC address merupakan alamat yang unik yang
memiliki panjang 48-bit. MAC terdiri atas 12 digit bilangan
heksadesimal (0 s/d F), 6 digit pertama merepresentasikan vendor
pembuat kartu jaringan.
-
Contoh
MAC Address : 70-18-8B-BC-2B-E9
- IP ADDRESS
IP
(Internet Protocol) terdapat dalam Network Layer (layer 3) OSI LAYER.
IP address digunakan untuk pengalamatan suatu PC / host secara logic,
Terdapat 2 jenis IP Address :
- Alamat IP versi 4 (sering disebut sebagai IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan Protokol Versi 4, Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoretis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Karena kebutuhan host yang sangat banyak dan tidak mungkin setiap komputer terhubung ke internet dengan 1 IP dilakukan pembagian IP yakni ;
- IP Address Public
IP
public adalah alamat IP yang digunakan dalam jaringan global Internet
serta penggunaan dan alokasi nya diatur oleh InterNIC untuk menjamin
penggunaan IP address ini secara unik. Karena kelas IP address ini
digunakan di dalam jaringan internet maka IP ini bisa diakses melalui
jaringan internet secara langsung. Perangkat yang menggunakan IP
public, seperti web server, mail server, DNS server, game server
ataupun perangkat lain dapat diakses dari jaringan manapun di dunia
ini yang terkoneksi ke internet. Untuk dapat menggunakan IP public,
suatu organisasi biasanya dapat mendaftarkan diri ke salah satu ISP
(Internet Service Provider). Berikut adalah alokasi IP Private.
- IP Address Private
Disebut
IP address private karena IP ini hanya dikenali dan bisa diakses dari
jaringan local saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet
secara langsung tanpa bantuan router yang mempunyai fitur NAT. IP
private digunakan untuk jaringan lokal agar sesama komputer dapat
saling berkomunikasi, misalnya digunakan di jaringan sekolah, kantor,
toko, warnet dan sebagainya. Perangkat yang terhubung ke jaringan
lokal seperti printer, komputer, laptop, smartdevice menggunakan
biasanya akan mendapatkan IP address private. Agar IP private dapat
terhubung ke internet maka diperlukan router yang mempunyai kemampuan
untuk melakukan NAT (Network Address Translation) agar semua device
dengan IP private dapat terkoneksi ke internet dengan menggunakan IP
public yang terkoneksi langsung ke Internet). Meskipun sudah
terkoneksi ke internet, IP private tetap tidak bisa diakses langsung
dari jaringan internet.
- Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoretis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IPv6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
- SUBNETTING
Subnetting
adalah
proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil
yang disebut “subnet.” Tujuan
dari subnetting adalah sebagai berikut:
- Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
- Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
- Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
- mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
- Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
- Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
- Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Fungsi
subnetting antara lain sbb:
- Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
- Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
- Pengelolaan yang disederhanakan.
- Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.
Misalkan
disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host). Tanpa menggunakan
subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita hubungkan
kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut:
Misal
kita gunakan IP Address Private kelas C dengan subnet mask defaultnya
yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut:
Network
Perusahaan PT. Harus Bisa
Network
Address :
192.168.1.0
Host
Pertama
:
192.168.1.1
Host
Terakhir
:
192.168.1.254
Broadcast
Address
:
192.168.1.255
Misalkan
diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga kita
akan memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan
teknik subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128
(nilai subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa subnetwork yang
akan kita buat) sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan
perincian sebagai berikut:
Network
Divisi A
Network
Address :
192.168.1.0
Host
Pertama :
192.168.1.1
Host
Terakhir :
192.168.1.126
Broadcast
Address :
192.168.1.127
Network
Divisi B
Network
Address :
192.168.1.128
Host
Pertama
:
192.168.1.129
Host
Terakhir
:
192.168.1.254
Broadcast
Address :
192.168.1.255
Dengan
demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork
yang masing-masing network maksimal terdiri dari 125 host (komputer).
Masing-masing komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa
saling berkomunikasi sehingga meningkatkan security dan mengurangi
terjadinya kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari
network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita
harus menggunakan Router.
- ROUTING
Routing
adalah
proses dimana suatu item/data dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi
ke lokasi lain. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang
digunakan untuk melakukan routing trafik. Bahasa
sederhananya
routing adalah proses mengenalkan beberapa network address di dalam
suatu jaringan, contoh jika kita memiliki 2 network address yang
ingin bisa saling berkomunikasi kita memerlukan perangkat router
untuk me-routing tersebut. Terdapat 2 cara untuk melakukan routing
yakni:
Static
Route
Cara
untuk mengenalkan beberapa jaringan / network address secara manual,
pada routing static administrator
jaringan
perlu tau network address tujuannya (destination
address),
jalur / rute tujuannya (nexthop),
dan jalur terbaik (best
route).
Biasanya routing static digunakan untuk jaringan lokal atau jaringan
dalam sekala kecil, apa jadinya jika jaringan dalam skala besar
administrator
jaringan
harus mengahapal hal itu semua, dan ketika ada perubahan jalur berapa
lama waktu yang dihabiskan untuk merubahnya, maka untuk jaringan
skala besar digunakan Dynamic Route agar mempermudah kerja network
administrator.
Dynamic
Route
Berbanding
terbalik dari static route , dynamic route digunakan pada network
skala besar dan internet, cara kerjanya administrator jaringan hanya
mendaftarkan beberapa network address yang ada dalam wilayahnya,
router akan otomotis mencari network address tujuan (destination
address),
jalur / rute tujuannya (nexthop),
dan jalur terbaik (best
route).
Dalam hal ini router bekerja dengan tabel routing yang akan dibagikan
oleh type dinamic protocol yang digunakan. Berikut macam -macam
dari protocol dynamic Routing :
- RIP (Routing Information Protocol)
- IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
- OSPF (Open Shortest Path First)
- EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol)
- BGP (Border Gateway Protokol)
Komentar
Posting Komentar